Jumat, 26 Agustus 2016

Fataya

BAB 1

--------------------------

Aku mengagumi hujan dikala kamu sedang merutuki hujan.
Aku suka saat aku harus menghitung banyaknya tetesan hujan yang turun dikala kamu sedang berharap hujan lekas henti. Sama seperti,

Aku yang menyukai segala hal tentang mu, disaat kamu sedang berusaha mengabaikan ku.

*

Jakarta, 17 April 2001.

Perempuan itu keluar dari mobil sedan hitam yang diparkirnya tak jauh dari sebuah taman, ia pun melangkahkan kakinya ke arah taman tersebut. Ia mengedarkan pandangannya dengan senyuman yang bertengger di wajahnya, indah.

"Semuanya masih sama" ucapnya.

Ia pun melihat ada 2 ayunan berwarna merah yang berada di tengah tengah lapangan, dengan pasti ia berjalan menuju ayunan tersebut.

Ketika sudah sampai, ia pun meraba tiang penyangga ayunan itu dan membiarkan memori masa kecilnya berputar dengan indah disana.

Flashback

"Taya! Taya!" Seru bocah laki laki berkulit putih itu, gadis yang bernama Taya itu pun menengok kearah belakang, lantas ka tersenyum setelah tau siapa yang memanggilnya.

"IQIIII!!! KAMU ADA DISINI JUGA?" jawab bocah perempuan itu, yang bernama Taya.

"Iya, aku disini. Abisan aku bosen di rumah. Taya? Kita main ayunan yuk! Aku yang dorongi  ayunan nya nanti!" Ajak Iqi, yang disambut anggukan lucu dari taya.

"Ayo!" Iqi pun tersenyum, ia pun lantas mengambil tangan Taya dan di genggamnya tangan itu dan mereka pun berjalan menuju ayunan tersebut.

"Naik" perintah Iqi lembut, dengan sigap iqi membantu taya untuk menaiki ayunan itu.

Setelah dirasa sudah aman, "pegangan yang kuat, nanti kamu bisa jatuh kalo ga pegangan" ucapnya.

"Aye aye captain!!" Seru Taya.

Iqi pun mulai mengayunkan ayunan itu.

"Iqiii, lebih jauh dorongnyaaa, huaaa Taya terbang qi!!!!" Seru Taya dengan perasaan bahagia, Iqi pun lantas menambahkan tenaga agar dorongnya semakin jauh.

Ia senang, disaat ia harus melihat Taya tertawa karnanya, ia senang, disaat ia harus melihat Taya aman bersamanya.

Iqi pun mulai kehabisan tenaga karna sudah mengayunkan ayunan itu untuk Taya, "Taya, udahan yuk. Aku capek nih" ujarnya

"Ayo qi"

Mereka pun berjalan meninggalkan ayunan itu sambil sesekali tertawa bersama.

"Taya"
"Ya..?"
"Kalo kita udah besar nanti, kita masih bisa bareng bareng kaya gini ga ya?"

Taya mengerutkan dahinya, ia tak mengerti apa yang dimaksud oleh Iqi.

"Ya iya dong, kan Iqi bodyguard nya Taya! Kemana pun Taya pergi, Iqi barus ada disana" ucap Taya dengan yakin

Iqi yang mendengar itu lantas tersenyum, ia pun mengangkat tangan nya untuk mengelus puncak kepala Taya.

"Pinky promise?" Tanya Iqi, dengan jari kelingking diudara.

"Pinky promise!" Seru Taya. Dan ia pun mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking milik Iqi.

TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar