Jumat, 09 Desember 2016

D e s e m b e r

Hari ini, pukul 11:44

Ada bongkahan yang berhasil merusak segala pertahanan yang sudah saya buat di dalam diri saya sendiri. Pertahanan yang sudah saya bangun agar tetap terjaga dengan kokoh.
Ini tidak benar, tidak seharusnya saya seperti ini. Saya.. Saya lalai karna dengan mudahnya jatuh pada seseorang yang bahkan tidak pernah ada di dalam kehidupan saya.
Saya fikir, sakit nya tidak sesakit yang lalu-lalu, namun, ternyata lebih parah.

Hari ini, pukul 10:16

Kebencian tidak seharusnya ada dalam diri saya. Namun, perlahan tapi pasti tingkah laku anda yang sedikit demi sedikit membuat gunung kebencian itu ada.
Saya benci anda, benar-benar benci anda.

Rabu, 16 November 2016

16, Nove 2016

Aku selalu bersyukur atas setiap perasaan yang Tuhan kasihkan kepada ku.

Ntah itu perasaan senang, sedih, kecewa, marah, bahkan sakit sekalipun.

Tapi percayalah, dari sekian banyak perasaan. Aku hanya menyukai satu perasaan.

Perasaan yang nggak pernah bisa aku jabarkan, perasaan itu terlalu semu untuk di definisikan, perasaan itu terlalu halus untuk di rasakan.

Aku menikmati setiap waktunya,
Menikmati setiap mata ini menangkap satu sosok yang ntah bagaimana bisa membuat debaran ini begitu cepat.

Nggak, dia bukan orang jahat. Ah, tapi dia emang jahat. Dia telah mampu mencuri satu satunya aset paling berharga dalam kisah kasih ku. Dia telah mampu memporak-porandakan nya.

Tapi, nggak papa.

Asal perasaan ini tetap berada di tempatnya, juga sama hal nya dengan kamu.

Selasa, 08 November 2016

30, Oktober 2016

Ini yang kadang membuat aku menjadi takut untuk menceritakan masalah pribadi ku terhadap banyak orang.

Mereka tidak mau mengerti, hanya mau mendengarkan lalu memaki.
Mereka tidak mau memahami, hanya mau melihat lalu berlalu.

Memendam memang mungkin jalan terbaik untuk menutupi segala ketakutan yang selalu datang menghampiri.



26, Oct 2016. Pukul 2:47 PM

Begitu banyak perasaan yang di rasa, namun tidak semuanya bisa diungkapkan. Begitu banyak dilema namun tidak semuanya berakhir dengan bahagia.

Perasaan itu masih ada, bahkan setelah sejauh ini melangkah. Setelah bertemu dengan banyak orang baru, setelah memulai hidup baru, juga cinta yang baru.
Namun ternyata, perasaan itu tetap muncul. Diwaktu waktu yang tidak semestinya.

Bukan tidak bersyukur atas perasaan yang selama ini dirasa, akan tetapi perasaan ini begitu menyakitkan banyak orang, terutama diri sendiri.

Seharusnya perasaan ini sudah tidak terasa lagi, karna dia sudah tertutup rapat dalam kotak yang berada di tempat khusus di dalam sana.

Namun lagi lagi ntah mengapa, perasaan ini cepat terasa dalam keadaan hening, juga sepi.

Perasaan ini ternyata masih ada, ketika tanpa disuruh, otak memutar film film masalalu yang sudah kusam. Membangun ingatanku yang seharusnya tidak ada.

Bahkan getaran itu masih ada, dan itu adalah satu satu nya hal yang aku benci hingga saat ini.

Minggu, 06 November 2016

Heart

Ketika hati sudah pernah terpatahkan, bukan tidak mungkin sembuh nya akan lama.

Hati ini pernah berjuang dengan begitu dahsyat nya, hati ini pernah berdetak begitu merdu nya, hati juga pernah teriris begitu sakit nya.

Ketika hati memilih untuk berjuang dikala keadaan memaksa untuk berhenti. Namun, kenyataan nya adalah hal yang kamu perjuangkan yang justru membuat mu berhenti. Berhenti untuk segalanya, berhenti untuk tersenyum, berhenti untuk tertawa, berhenti untuk menyayangi, berhenti untuk mencinta, dan berhenti untuk bahagia.

Kamis, 22 September 2016

Sadness

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya kamu ga punya siapa siapa di dunia, padahal banyak orang di samping kamu.

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya stuck ga bisa berkutik, disaat kamu udah selalu berusaha untuk buat semua orang bahagia apapun caranya, padahal mereka belum tentu memperjuangan kamu.

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya mengharapkan sesuatu yang mustahil, padahal sebenernya itu bisa terwujud.

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya lelah banget jadi orang yang selalu make topeng untuk orang lain, padahal diri kamu sendiri rentan.

Aku, lelah.

Kamis, 08 September 2016

Sepenggal Harapan untuk Tuhan

Tuhan, tidak kah kau sadar kau sudah menghukum ku selama 3 tahun lamanya?
Tuhan, tidak kah kau sadar kau sudah membuat ku menaruh begitu banyak harapan pada nya selama 3 tahun lamanya?

Tuhan, ku mohon. Hentikan.

Aku bahkan tak sanggup menjalani nya ketika tak ada satu orang pun percaya bahwa seharusnya aku mampu menjalani nya.

Aku bahkan tak sanggup menjalani nya ketika tak ada satu hal yang bisa kujadikan tumpuan agar ku tetap kokoh bertahan.

Aku bahkan tak sanggup menjalani nya ketika perlahan demi perlahan genggaman yang selama ini ku pegang erat mulai kendur.

Tuhan, ku mohon. Berhenti lah.

Jumat, 26 Agustus 2016

Fataya

BAB 1

--------------------------

Aku mengagumi hujan dikala kamu sedang merutuki hujan.
Aku suka saat aku harus menghitung banyaknya tetesan hujan yang turun dikala kamu sedang berharap hujan lekas henti. Sama seperti,

Aku yang menyukai segala hal tentang mu, disaat kamu sedang berusaha mengabaikan ku.

*

Jakarta, 17 April 2001.

Perempuan itu keluar dari mobil sedan hitam yang diparkirnya tak jauh dari sebuah taman, ia pun melangkahkan kakinya ke arah taman tersebut. Ia mengedarkan pandangannya dengan senyuman yang bertengger di wajahnya, indah.

"Semuanya masih sama" ucapnya.

Ia pun melihat ada 2 ayunan berwarna merah yang berada di tengah tengah lapangan, dengan pasti ia berjalan menuju ayunan tersebut.

Ketika sudah sampai, ia pun meraba tiang penyangga ayunan itu dan membiarkan memori masa kecilnya berputar dengan indah disana.

Flashback

"Taya! Taya!" Seru bocah laki laki berkulit putih itu, gadis yang bernama Taya itu pun menengok kearah belakang, lantas ka tersenyum setelah tau siapa yang memanggilnya.

"IQIIII!!! KAMU ADA DISINI JUGA?" jawab bocah perempuan itu, yang bernama Taya.

"Iya, aku disini. Abisan aku bosen di rumah. Taya? Kita main ayunan yuk! Aku yang dorongi  ayunan nya nanti!" Ajak Iqi, yang disambut anggukan lucu dari taya.

"Ayo!" Iqi pun tersenyum, ia pun lantas mengambil tangan Taya dan di genggamnya tangan itu dan mereka pun berjalan menuju ayunan tersebut.

"Naik" perintah Iqi lembut, dengan sigap iqi membantu taya untuk menaiki ayunan itu.

Setelah dirasa sudah aman, "pegangan yang kuat, nanti kamu bisa jatuh kalo ga pegangan" ucapnya.

"Aye aye captain!!" Seru Taya.

Iqi pun mulai mengayunkan ayunan itu.

"Iqiii, lebih jauh dorongnyaaa, huaaa Taya terbang qi!!!!" Seru Taya dengan perasaan bahagia, Iqi pun lantas menambahkan tenaga agar dorongnya semakin jauh.

Ia senang, disaat ia harus melihat Taya tertawa karnanya, ia senang, disaat ia harus melihat Taya aman bersamanya.

Iqi pun mulai kehabisan tenaga karna sudah mengayunkan ayunan itu untuk Taya, "Taya, udahan yuk. Aku capek nih" ujarnya

"Ayo qi"

Mereka pun berjalan meninggalkan ayunan itu sambil sesekali tertawa bersama.

"Taya"
"Ya..?"
"Kalo kita udah besar nanti, kita masih bisa bareng bareng kaya gini ga ya?"

Taya mengerutkan dahinya, ia tak mengerti apa yang dimaksud oleh Iqi.

"Ya iya dong, kan Iqi bodyguard nya Taya! Kemana pun Taya pergi, Iqi barus ada disana" ucap Taya dengan yakin

Iqi yang mendengar itu lantas tersenyum, ia pun mengangkat tangan nya untuk mengelus puncak kepala Taya.

"Pinky promise?" Tanya Iqi, dengan jari kelingking diudara.

"Pinky promise!" Seru Taya. Dan ia pun mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking milik Iqi.

TBC.

Sabtu, 16 Juli 2016

Genggaman yang perlahan terlepas

Harapan adalah sebuah janji yang kita buat untuk diri kita sendiri, maka pegang lah janji itu kuat kuat agar tak pernah hilang dari genggaman mu.

Semuanya memang sudah berakhir. Tapi, demi semesta juga isinya, perasaan ini tidak pernah berhenti berdetak ketika telinga ini mendengar seuntaian huruf yang membentuk Nama mu nan indah.

Semuanya memang sudah berakhir. Tapi, aku berani bersumpah. Segalanya masih sama sejak pertama kali kamu memutuskan untuk berjalan mundur dan menjauh.

Lagi, dan lagi. Semuanya memang sudah berakhir. Tapi, aku berani bertaruh bahwa hingga detik ini debaran jantungku tidak pernah beralih untuk siapapun.

Untuk kamu yang sedang berada di angan angan ku,

Aku merindukan mu layaknya langit merindukan senja.
Aku menyayangi mu layaknya langit mendambakan bumi.
Aku mencintai mu layaknya air laut yang meninggalkan pantai, pergi dan akan selalu pulang kembali.

Untuk kamu yang sedang berada di angan angan ku,

Izinkan aku untuk selalu tersenyum kala fikiran ku memutar segala hal tentang mu.
Izinkan aku untuk selalu tertawa bahagia kala aku melupakan sedikit hal tentang mu.
Izinkan hati ku selalu menghangat kala kamu melakukan hal kecil tak berarti untuk ku.

M

Sabtu, 21 Mei 2016

Dear, Putranto Setyo

Terimakasih, karna sudah menjadi cinta pertama ku di bangku sekolah dasar.
Terimakasih, karna sudah mencoret kan banyak tinta di lembaran putih hidup ku.

Terimakasih karna sudah mau mengenalku selama 4tahun lamanya, terimakasih karna sudah mau menjadi teman tercinta yang pernah ku miliki.

15 september 2012
Tinta terakhir yang kamu tuliskan berwarna hitam, tinta terakhir yang kamu tuliskan yang membuat ku membeku seketika.

3 tahun sudah berjalan. Kamu dengan dunia mu, aku dengan dunia ku.
3 tahun sudah berjalan. Kamu tersenyum bersama ilahi di sana, aku tersenyum bersama kenangan mu.
3 tahun sudah berjalan. Kamu akan selalu mempunyai tempat sendiri di sini, dihati&hidup ini. Apapun status mu, juga keadaan mu.

Bukan hanya aku yang merindu akan kehadiran mu, tapi juga seluruh pasukan buatan mu yang merindu akan sang pelopor nya.

Bukan hanya aku yang merindu akan kenakalan mu, tapi juga seluruh pasukan buatan mu yang merindu akan sang captainya.

Putrantro Setyo Utomo
Lahir : 18 Oktober 1999
Wafat : 15 september 2012.

Tertanda.

Tata, cinta pertama mu.

Senin, 16 Mei 2016

4th, May 2016

"Untuk apa kamu datang bawa seribu keyakinan, kalo akhirnya kamu pergi bawa setuja pedang yang menancap di ulu hati"

Rabu, 13 April 2016

14th, April 2016.

Saya tidak mungkin menyalahkan keadaan. Karna sesulit apapun itu, keadaan tidak akan pernah salah.

Saya juga tidak mungkin menyalahkan anda, yang secara notabene-Nya memilih untuk mempersulit keadaan.

Namun, saya juga tidak akan mungkin menyalah kan diri saya juga perasaan yang bertengger di dalam diri saya. Perasaan yang secara alamiah tumbuh kian subur di dalam hati kecil saya, meski sudah sekuat baja saya berusaha untuk menghiraukan nya. Namun, anda tetap anda. Anda tetap orang yang dingin, orang yang mampu membuat saya bertahan dengan anda selama beberapa tahun.

"2016, aku bakalan buktiin ke kamu kalo aku  bakalan tetep milih kamu"

2 tahun.

2 tahun yang sulit

2 tahun yang menguras segalanya

2 tahun yang melelahkan

2 tahun yang menguras hati & juga fikiran saya

Maaf, anda masih yang terbaik.