Senin, 14 Mei 2018

penghujung malam, 14 Mei 2018.

Jakarta,

ada satu masa yang ingin aku bagi kan pada semesta,
masa yang bahkan aku sendiri pun tak faham harus menjabarkan nya dengan cara bagaimana.

ada satu masa yang ingin aku utarakan pada semesta,
tentang rasa yang tak biasa,
tentang dilema yang memuncah,
tentang keputus asaan yang tak berujung.

ada satu masa yang ingin aku ceritakan pada semesta,
tentang bagaimana aku mengenal nya,
tentang bagaimana aku menyukai nya,
tentang bagaimana aku mengagumi nya,
tentang bagaimana aku membuat senyum di wajah nya,

namun, dari banyak nya masa, hanya ada satu yang aku ingin semesta tau,
masa dimana aku menyadari bahwa titik patah hati paling tinggi adalah ketika perasaan yang ku tujukkan secara nyata, di balas dengan ilusi, dan sebuah candaan.


tjournal.

xx-viii.

Jumat, 09 Desember 2016

D e s e m b e r

Hari ini, pukul 11:44

Ada bongkahan yang berhasil merusak segala pertahanan yang sudah saya buat di dalam diri saya sendiri. Pertahanan yang sudah saya bangun agar tetap terjaga dengan kokoh.
Ini tidak benar, tidak seharusnya saya seperti ini. Saya.. Saya lalai karna dengan mudahnya jatuh pada seseorang yang bahkan tidak pernah ada di dalam kehidupan saya.
Saya fikir, sakit nya tidak sesakit yang lalu-lalu, namun, ternyata lebih parah.

Hari ini, pukul 10:16

Kebencian tidak seharusnya ada dalam diri saya. Namun, perlahan tapi pasti tingkah laku anda yang sedikit demi sedikit membuat gunung kebencian itu ada.
Saya benci anda, benar-benar benci anda.

Rabu, 16 November 2016

16, Nove 2016

Aku selalu bersyukur atas setiap perasaan yang Tuhan kasihkan kepada ku.

Ntah itu perasaan senang, sedih, kecewa, marah, bahkan sakit sekalipun.

Tapi percayalah, dari sekian banyak perasaan. Aku hanya menyukai satu perasaan.

Perasaan yang nggak pernah bisa aku jabarkan, perasaan itu terlalu semu untuk di definisikan, perasaan itu terlalu halus untuk di rasakan.

Aku menikmati setiap waktunya,
Menikmati setiap mata ini menangkap satu sosok yang ntah bagaimana bisa membuat debaran ini begitu cepat.

Nggak, dia bukan orang jahat. Ah, tapi dia emang jahat. Dia telah mampu mencuri satu satunya aset paling berharga dalam kisah kasih ku. Dia telah mampu memporak-porandakan nya.

Tapi, nggak papa.

Asal perasaan ini tetap berada di tempatnya, juga sama hal nya dengan kamu.

Selasa, 08 November 2016

30, Oktober 2016

Ini yang kadang membuat aku menjadi takut untuk menceritakan masalah pribadi ku terhadap banyak orang.

Mereka tidak mau mengerti, hanya mau mendengarkan lalu memaki.
Mereka tidak mau memahami, hanya mau melihat lalu berlalu.

Memendam memang mungkin jalan terbaik untuk menutupi segala ketakutan yang selalu datang menghampiri.



26, Oct 2016. Pukul 2:47 PM

Begitu banyak perasaan yang di rasa, namun tidak semuanya bisa diungkapkan. Begitu banyak dilema namun tidak semuanya berakhir dengan bahagia.

Perasaan itu masih ada, bahkan setelah sejauh ini melangkah. Setelah bertemu dengan banyak orang baru, setelah memulai hidup baru, juga cinta yang baru.
Namun ternyata, perasaan itu tetap muncul. Diwaktu waktu yang tidak semestinya.

Bukan tidak bersyukur atas perasaan yang selama ini dirasa, akan tetapi perasaan ini begitu menyakitkan banyak orang, terutama diri sendiri.

Seharusnya perasaan ini sudah tidak terasa lagi, karna dia sudah tertutup rapat dalam kotak yang berada di tempat khusus di dalam sana.

Namun lagi lagi ntah mengapa, perasaan ini cepat terasa dalam keadaan hening, juga sepi.

Perasaan ini ternyata masih ada, ketika tanpa disuruh, otak memutar film film masalalu yang sudah kusam. Membangun ingatanku yang seharusnya tidak ada.

Bahkan getaran itu masih ada, dan itu adalah satu satu nya hal yang aku benci hingga saat ini.

Minggu, 06 November 2016

Heart

Ketika hati sudah pernah terpatahkan, bukan tidak mungkin sembuh nya akan lama.

Hati ini pernah berjuang dengan begitu dahsyat nya, hati ini pernah berdetak begitu merdu nya, hati juga pernah teriris begitu sakit nya.

Ketika hati memilih untuk berjuang dikala keadaan memaksa untuk berhenti. Namun, kenyataan nya adalah hal yang kamu perjuangkan yang justru membuat mu berhenti. Berhenti untuk segalanya, berhenti untuk tersenyum, berhenti untuk tertawa, berhenti untuk menyayangi, berhenti untuk mencinta, dan berhenti untuk bahagia.

Kamis, 22 September 2016

Sadness

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya kamu ga punya siapa siapa di dunia, padahal banyak orang di samping kamu.

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya stuck ga bisa berkutik, disaat kamu udah selalu berusaha untuk buat semua orang bahagia apapun caranya, padahal mereka belum tentu memperjuangan kamu.

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya mengharapkan sesuatu yang mustahil, padahal sebenernya itu bisa terwujud.

Kamu pernah tau nggak rasanya kaya lelah banget jadi orang yang selalu make topeng untuk orang lain, padahal diri kamu sendiri rentan.

Aku, lelah.