Sabtu, 16 Juli 2016

Genggaman yang perlahan terlepas

Harapan adalah sebuah janji yang kita buat untuk diri kita sendiri, maka pegang lah janji itu kuat kuat agar tak pernah hilang dari genggaman mu.

Semuanya memang sudah berakhir. Tapi, demi semesta juga isinya, perasaan ini tidak pernah berhenti berdetak ketika telinga ini mendengar seuntaian huruf yang membentuk Nama mu nan indah.

Semuanya memang sudah berakhir. Tapi, aku berani bersumpah. Segalanya masih sama sejak pertama kali kamu memutuskan untuk berjalan mundur dan menjauh.

Lagi, dan lagi. Semuanya memang sudah berakhir. Tapi, aku berani bertaruh bahwa hingga detik ini debaran jantungku tidak pernah beralih untuk siapapun.

Untuk kamu yang sedang berada di angan angan ku,

Aku merindukan mu layaknya langit merindukan senja.
Aku menyayangi mu layaknya langit mendambakan bumi.
Aku mencintai mu layaknya air laut yang meninggalkan pantai, pergi dan akan selalu pulang kembali.

Untuk kamu yang sedang berada di angan angan ku,

Izinkan aku untuk selalu tersenyum kala fikiran ku memutar segala hal tentang mu.
Izinkan aku untuk selalu tertawa bahagia kala aku melupakan sedikit hal tentang mu.
Izinkan hati ku selalu menghangat kala kamu melakukan hal kecil tak berarti untuk ku.

M